Penjelasan Tentang Namimah adu Adu
kopas99.blogspot.com - Salah satu di antara sasaran yg dituju oleh Islam ialah mempererat rasa persaudaraan dgn menjalin hubungan yg penuh kemesraan dan cinta kasih antar individu. Sebaliknya Islam menganjurkan pd umatnya agar memberantas faktor-faktor yg bisa menyebabkan perpecahan dan saling membenci.
Oleh karena itu Islam melarang hal-hal yg dibenci dan yg bisa menimbulkan permusuhan serta saling membenci antara saudara seagama. Di antara hal-hal yg merusak itu ialah Namimah.Pengertian namimah ialah mengadukan perkataan seseorang kepada orang lain dgn tujuan mengadu domba antara keduanya. Perkataan yg diadukan tersebut bukanlah sembarangan perkataan, tetapi mengandung rahasia orang lainyang apabila disiarkan kepada orang lain, maka ia tak akan suka dan akan marah. Sebaiknya seorang muslim tak usah menceritakan hal-hal yg ia saksikan mengenai orang lain, lantaran bisa menimbulkan bencana. Tetapi ada suatu perkecualian, apabila dlm menceritakan perihal itu, akan membawa manfaat bagi orang lain, / bisa menolak kejahatan yg akan menimpa orang lain.
Mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dgn tujuan merusak adlh salah satu faktor yg menyebabkan terputusnya ikatan dan yg menyulut api kebencian serta permusuhan antar sesama manusia.
Allah mencela pelaku perbuatan tersebut dlm firmanNya,
وَ لاَ تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَّهِيْنٍ. هَمَّازٍ مَّشَآءٍ بِنَمِيْمٍ. مَنَّاعٍ لّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍ. عُتُلّ بَعْدَ ذلِكَ زَنِيْمٍ. القلم:10-13
Dan janganlah kamu ikuti tiap orang yg banyak bersumpah lagi hina, yg banyak mencela, yg kian-kemari menghambur fitnah, yg banyak menghalangi perbuatan baik, yg melampaui batas lagi banyak dosa, yg kaku kasar, selain dari itu yg terkenal kejahatannya. [QS. Al-Qalam : 10-13]
Dalam sebuah hadits marfu’ yg diriwayatkan Hudzaifah, disebutkan,
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ.
Tidak akan masuk Surga al-qattat (tukang adu domba).( Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 10/472. Dalam An-Nihayah karya Ibnu Atsir, 4/11 disebutkan: ...Al-Qattat adlh orang yg menguping (mencuri dengar pembicaraan), tanpa sepengetahuan mereka, lalu ia membawa pembicaraan tersebut kepada yg lain dgn tujuan mengadu domba.)
Ibnu Abbas meriwayatkan,
مَرَّ النَّبِيُّ بِحَائِطٍ مِنْ حِيْطَانِ الْمَدِيْنَةِ فَسَمِعَ صَوْتَ إِنْسَانَيْنِ يُعَذَّبَانِ فِيْ قُبُوْرِهِمَا فَقَالَ النَّبِيُّ : يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ -ثُمَّ قَالَ- بَلَى [وَفِيْ رِوَايَةٍ: وَإِنَّهُ لَكَبِيْرٌ] كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، وَكَانَ اْلآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ.
(Suatu hari) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati sebuah kebun di antara kebun-kebun di Madinah. Tiba-tiba beliau mendengar dua orang sedang disiksa di dlm kuburnya, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda, Keduanya disiksa, padahal tak karena masalah yg besar (dalam anggapan keduanya) -lalu bersabda- benar (dalam sebuah riwayat disebutkan, Padahal sesungguhnya ia adlh persoalan besar.). Salah seorang di antaranya tak meletakkan sesuatu untk melindungi diri dari percikan kencingnya dan seorang lagi (karena) suka mengadu domba.( Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 1/317.)
Di antara bentuk namimah yg paling buruk adlh hasutan yg dilakukan seorang lelaki tentang istrinya / sebaliknya, dgn maksud untk merusak hubungan suami istri tersebut. Demikian jg adu domba yg dilakukan sebagian karyawan kepada teman karyawannya yg lain. Misalnya dgn mengadukan ucapan-ucapan kawan tersebut kepada direktur / atasan dgn tujuan untk memfitnah dan merugikan karyawan tersebut. Semua hal ni hukumnya haram.
Comments
Post a Comment